Tampilkan postingan dengan label tata cahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata cahaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2012

Lebih Hemat Gunakan Lampu LED Untuk Rumah

Saat ini penerangan lampu di rumah tangga masih di dominasi olleh penggunaan lampu hemat energi yang berbasis compact flourescents (CFL).  Berkembangnya teknologi tata cahaya telah memunculkan lampu LED yang sangat hemat energi dan konsumsi listriknya.  Sebagai perbandingan, lampu LED, dapat menghemat energi sampai 80% dibandingkan dengan lampu pijar.  Keunggulan lain  lampu LED adalah lebih awet dengan masa nyala 15.000 jam dibandingkan dengan 8.000 jam yang ditawarkan hemat energi berbasis compact fluorescent lamps (CFL).   Namun karena harganya masih relatif mahal, pangsa pasar lampu generasi ketiga ini masih 1% dari 260 juta rata-rata total konsumsi lampu di Indonesia. Di tengah krisis energy saat ini penggunaan lampu LED  diprediksi akan menggantikan lampu pijar dan lampu hemat energi pada 5-10 tahun mendatang.

Lampu LED mampu mengubah energi listrik menjadi cahaya dengan efisien sehingga tidak panas.  Lampu lainnya seperti lampu pijar dan lampu hemat energi sekalipun, listrik yang digunakan banyak yang dibuang menjadi kalor/panas, sehingga jika anda pegang terasa panas sekali. 

Jika anda mau menggunakan lampu LED pada rumah baru anda,  pembelian di awal terasa lebih mahal sehingga biaya membengkak. Namun jika dihitung sebagai investasi jangka panjang akan lebih murah. Hal ini karena lebih tahan lama, konsumsi energinya rendah, lebih hemat, ramah lingkungan, tidak mengandung merkuri, tidak panas serta cahaya yang diihasilkan lebih nyaman terutama bagi mata dan kesehatan.

Rabu, 04 April 2012

PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK RUMAH

Krisis energi yang dialami oleh negara kita saat ini mengakibatkan kurangnya energi listrik. Lebih dari 60 % energi listrik dikonsumsi oleh permukiman. Menyikapi hal ini, kita perlu mengedepankan penghematan energi. Ketika mendesain rumah, hemat energi juga perlu dipertimbangkan. Salah satu cara menghemat energi adalah mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan di siang hari, sehingga tidak boros listrik. Keuntungan lainnya adalah penghematan ini juga menghemat dana sewa listrik. Langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pencahayaan alami (dari cahaya matahari).

Cahaya matahari yang datang melalui jendela banyaknya ditentukan oleh besar dan bentuk jendelanya. Besarnya jendela perlu diperkirakan untuk mencukupi kebutuhan cahaya matahari. Bentuk jendela memanjang keatas menyebabkan cahaya masuk cukup banyak, namun distribusi cahayanya kurang baik. Bentuk jendela memanjang kesamping lebih efektif untuk memberikan pencahayaan optimal.
Disamping itu, penutup jendela juga memberi kontribusi pada gelap terang suatu ruangan. Sebaiknya, jendela memiliki tirai, atau penutup lain yang dapat diatur sehingga tingkat terang dan gelap dalam ruangan dapat diatur pula.
Bahan penutup jendela juga berperan dalam masuknya pencahayaan. Kaca bening adalah bahan terbaik untuk meneruskan cahaya kedalam ruangan, meneruskan cahaya hingga 90%. Kaca berwarna dapat mengurangi cahaya yang masuk menjadi sangat kecil hingga 10%, misalnya kaca hitam. Bahan buram seperti plastik, kaca buram atau fiber glass putih juga menyerap cahaya hingga hanya 30%. Artinya, semakin bening
kacanya, semakin dapat meneruskan cahaya kedalam. Untuk ruang yang tersembunyi atau kurang pencahayaannya, lebih baik tidak memakai kaca berwarna atau buram.

Selain bahan penutup jendela, bahan lain yang perlu dipertimbangkan adalah finishing tembok, warna perabot, langit-langit dan lantai. Pada dasarnya warna terbaik untuk memantulkan cahaya adalah warna putih, sehingga tembok berwarna putih sangat baik untuk meminimalkan pencahayan buatan. Warna hitam adalah warna terburuk untuk memantulkan cahaya, sehingga ruangan lebih gelap. Warna-warna pastel sering dipilih karena cukup baik memantulkan cahaya dan kesan ruangan menjadi hangat.
Perabot juga perlu mendapat perhatian dengan warna sesuai. Warna perabot yang muda, seperti warna pastel, akan membantu memantulkan cahaya lebih baik sehingga pencahayaan alami lebih efektif. Untuk ruangan yang sempit dan agak gelap, perabot berwarna muda akan membantu memaksimalkan pencahayaan.

Di perkotaan, karena seringkali ruang-ruang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, maka pencahayaan banyak bergantung pada pantulan cahaya dari permukaan tanah, perkerasan atau dari bangunan sekitarnya. Bila hal ini terjadi langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pantulan dari perkerasan atau tanah tersebut menggunakan bahan yang memantulkan cahaya dengan baik, misalnya warna putih untuk perkerasan yang memantulkan cahaya (memantulkan cahaya hingga 70%). Rumput tidak terlalu bagus untuk memantulkan cahaya (hanya 6%). Hal ini perlu dikonsultasikan dengan arsitek yang menangani desain rumah.

by: probo hindarto
source:  astudioarchitect.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes