Tampilkan postingan dengan label interior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label interior. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

DESAIN INTERIOR RUANG TAMU GAYA COUNTRY


Interior Rumah Bergaya western country bisa menciptakan suasana hangat dan akrab. Suasana hangat dan akrab ini sangat tepat ditampilkan pada ruang tamu rumah anda. Konsep desain western country, ruang tamu anda terasa nyaman saat  teman atau atau keluarga anda  datang berkunjung menyambangi relung kehidupan anda.

Untuk menciptakan gaya country bisa digunakan ciri khas dari gaya country.  Sentuhan Cat warna krem di dinding, dikombinasikan dengan lantai warna coklat akan menciptakan suasana hangat dan nyaman di ruang tamu anda. Paduan warna krem dan warna coklat merupakan warna yang paling banyak dipakai pada interior dengan gaya country.

Untuk tema country yang kental, hadirkan ornamen ruangan dari material kayu. Misalnya lewat balok-balok kayu penyangga di bagian langit-langit ruangan. Bisa juga pada kusen-kusen, jendela, dan pintu. Sebaiknya untuk jendela serta pintu Anda desain dengan bukaan lebar agar sirkulasi udara berlangsung dnegan lancar. Sehingga suhu di dalam ruangan akan terasa lebih nyaman.

Pada elemen pengisi ruangan, berikan lagi warna coklat yaitu pada sofa, meja sudut, kursi, dan karpet. Adanya bentuk perapian dari material kayu akan memperkuat konsep country pada ruang tamu di rumah Anda. Nuansa natural yang nyaman juga akan membuat betah kerabat atau tamu yang datang ketika berada di dalamnya.

Rumah dengan konsep arsitektur country memiliki massa bangunan yang umumnya melebar atau memanjang  dengan overstek yang lebar meneduhi jendela dan pintu masuk serta memiliki teras yang luas. Ruang-ruang pada rumah bergaya arsitektur country umumnya saling berhubungan tanpa dibatasi dengan pemisah ruang yang mutlak. Furnitur yang digunakan merupakan hasil keterampilan dan kerajinan tangan dengan menggunakan material dan warna-warna yang natural seperti kayu, batu dan kain.

Rabu, 19 September 2012

Keuntungan Penggunaan Karpet

Selama ini banyak orang hanya tahu karpet sebagai penutup lantai rumah atau ruangan saja.  Padahal karpet memiliki banyak manfaat lainnya, apa saja manfaat karpet dan keuntungan penggunaannya? 
  • Pencipta suasana di dalam ruangan. Berbagai warna dan pola pada karpet dapat mendukung realisasi tema ruangan. Sebagai contoh, terang-karpet berwarna dan berpola bunga, menciptakan nuansa romantis ke kamar.

  • Sebagai dasar furnitur. Dengan karpet sebagai alas, furnitur akan terhindar dari pergeseran langsung ke lantai. Pergeseran tersebut, sering menyebabkan "cacat" pada permukaan lantai atau furnitur Anda.

  • Memberikan kenyamanan saat berjalan. Bahan dan tekstur benang atau bulu pada karpet berbeda. Mulai dari halus sampai kasar. Perbedaan ini bisa memberikan sensasi tersendiri, di kaki Anda menyentuh. Sehingga tercipta kenyamanan bagi orang-orang yang melangkah di atasnya.

  • Sebagai peredam suara. Keberadaan karpet bisa berfungsi sebagai peredam suara. Baik suara dari radio atau televisi, atau langkah kaki. Karpet juga dapat mengurangi kebisingan yang mungkin terdengar antara lantai satu dan dua di rumah.

  • Membuat titik fokus . Dengan meletakkan karpet berwarna berbeda dari ruang warna, Anda dapat membuat karpet sebagai titik fokus (focal point). Anda dapat menempatkan karpet, jika ruangan Anda didominasi oleh banyak furnitur atau mebel.

Senin, 02 Juli 2012

Tips Memasang Frame Foto dan Lukisan Asimetris

Menempatkan sebuah lukisan atau foto berbingkai di dinding rumah kita adalah hal yang sering kita lakukan. Namun tidak semua orang tahu cara penempatan yang benar, sehingga lukisan atau foto akan menjadi pemanis ruangan.
Sebelum Anda menggantung sebuah lukisan di dinding, ukurlah terlebih dahulu bidang dinding yang akan dihias dengan lukisan. Tandai area ini dengan kapur tulis di lantai sebagai panduan. Lalu, aturlah lukisan-lukisan Anda pada area itu. Cobalah berulangkali sampai Anda menemukan penataan yang paling cantik dan menarik. Setelah itu, barulah lukisan-lukisan itu Anda gantung di dinding.
Kesalahan umum yang kerap terjadi, bingkai lukisan atau foto digantung terlalu tinggi sehingga orang mesti mendongakkan leher secara penuh untuk melihatnya. Tentu, tidak nyaman melihat sesuatu dengan cara seperti itu,dan Secara visual, tampilan dinding pun tak menjadi lebih indah.
Lukisan atau foto yang terpajang sendirian pada dinding yang kosong, tanpa kaitan dengan objek-objek lain, seringkali tampak merana dan kesepian. Tentu saja, untuk lukisan berukuran besar, bisa tampil sendirian dan menjadi focal point. Tapi jika tak punya lukisan yang cukup besar, pasanglah lukisan Anda bersama ‘teman-temannya’. Tempatkan lukisan yang ukurannya paling besar sebagai ‘pusat’, lalu ditemani oleh lukisan-lukisan lain yang lebih kecil, atur secara simetris.
Sebaiknya, lukisan yang Anda pajang memiliki tema. Misalkan, Anda memiliki gambar-gambar dengan ukuran dan warna yang sama. Lalu, perhatikan, apakah ada tema yang cukup kuat yang terekam dari gambar-gambar tersebut. Jika ada, semisal tentang tumbuh-tumbuhan, ambillah lalu tatalah di dinding dalam kelompok tersendiri. Dengan cara demikian, ketika Anda melihatnya, gambar-gambar itu serasa bercerita.
Boleh-boleh saja menempatkan gambar tepat di atas sebuah furnitur. Tapi, alangkah membosankan, jika Anda selalu memasang gambar dengan rumus seperti ini.  Satu hal yang perlu Anda ingat, panjang lukisan yang terpajang di dinding sebaiknya adalah sepertiga dari panjang furnitur yang ada di bawahnya.

Tips Praktis Memasang Frame Foto dan Lukisan ASIMETRIS
sebelum menempatkan frame foto yang sebenarnya ada baiknya anda membuat rancangan terlebih dahulu agar dinding tidak berlubang percuma.  Tempelkan  kertas hvs yang sesuai dengan ukuran frame foto anda, dan lihatlah apakah sudah sesuai dan menarik. tentu saja jangan gunakan lem atau selotip yang kuat takutnya merobek cat dinding anda. Setelah pas baru bor dinding untuk menempatkan foto anda.  

Minggu, 01 Juli 2012

Pilihan Material Untuk Membuat Partisi dalam Rumah

Jika anda saat sedang merencanakan membuat partisi di rumah, ada beberapa pilihan untuk membuat partisi yang dapat anda gunakan di rumah anda. 

1. Kertas
Penyekatan dengan kertas banyak digunakan di Jepang yang biasanya dijadikan sebagai bahan pengisi struktur bingkai pada pintu geser.  Pemilihan material kertas sebetulnya untuk menimbulkan kesan alami dan bersahaja. Selain sebagai penyekat, perpaduan kertas dan kayu umum digunakan di rumah berkonsep interior Jepang.  Material ini bisa menjadi solusi jitu bagi anda yang memiliki anggaran terbatas.
kelemahan material kertas tidak bisa meredam suara dan cahaya dari ruang lain

2. Kayu
Biasanya kayu untuk sekat adalah kayu olahan. Warna serat kayu merupakan alasannya hingga begitu digemari. Dengan tampilan kayu, kesan ruang menjadi natural dan hangat. Kayu juga dapat dikombinasikan dengan bahan lain sebagai sekat. Misalnya, menjadi bingkai untuk material sekat lainnya. 

3. Bambu
Seperti kayu, bambu juga digemari karena material ini memiliki kesan hangat dan alamiah dalam ruangan. Teknik aplikasi bambu sebagai sekat atau partisi dapat dilakukan dengan mengolah menjadi lembaran-lembaran yang ditempelkan. Namun, bambu juga bisa diterapkan dengan tampil secara utuh atau disusun sebagai bidang batas.
4. Kaca dan cermin
Material kaca sering dimanfaatkan untuk menampilkan ruang lebih cair dan menyatu. Selain itu cermin juga digunakan untuk memberi kesan lapang di ruang sempit. Jangan lupa, sebagai bahan pembentuk sekat dan partisi, dominasi kaca dan cermin akan menghasilkan tampilan modern dan futuristik. 

5. Kain
Beberapa jenis sekat dan partisi benar-benar terbuat dari kain tanpa rangka struktur apapun. Biasanya, yang dipakai sebagai material utama adalah kain dengan corak khas atau memiliki keistimewaan tertentu.Bila sebagai pelapis, jenis kain tebal dengan tingkat transparansi rendah bisa dijadijan ppilihan. Untuk lembaran kain, jenis kain yang dipakai adalah kain berserat tipis atau tembus pandang.

6. Fiber
Sekilas fiber mirip dengan kaca. Bedanya, fiber merupakan kombinasi antara pasir kuarsa dan bahan sintetis lain. Ini akan membuat tampilan lebih halus dengan warna agak buram. Fiber memiliki sifat elastis alias lentur, yang tersedia dalam bentuk lembaran dengan berbagai ketebalannya. Fiber juga mudah dipotong dan dibentuk menjadi ornamen tertentu.  Material ini juga mudah dibersihkan dan awet. Anda bisa memadukan karakter fiber dengan bantuan tata cahaya, sehingga sekat yang dihasilkan tampil unik.

7. Gipsum
Memilih gipsum artinya Anda siap dengan kemungkinan membuat rangka sebagai tempat menempel lembaran-lembaran gipsum. Rangka ini terbuat dari metal maupun batang kayu.Kelebihan sekat gipsum adalah mudah dibentuk sesuai keinginan. Selain itu, bahannya bisa dijadikan tempat penyimpanan. Anda yang tak memiliki latar belakang konstruksi dapat memasang lembar gipsum dengan mudah pada rangka yang sudah disiapkan.

Senin, 02 April 2012

Prinsip Penataan Interior Rumah


Mengapa sebuah rumah berkesan sempit dan sesak?. Mungkin ini disebabkan oleh pengaturan interior ruang tidak tertata dengan baik dan benar, sehingga ruang terasa tidak nyaman dan menyenangkan.
 Penataan interior ruang merupakan bagian penting untuk mewujudkan rumah yang indah, nyaman, sehat dan fungsional. Penataan interior yang yang baik dan benar bukan untuk rumah besar saja, rumah kecil pun perlu penataan ruang yang baik dan benar, agar menjadi lebih nyaman dan leluasa.
Untuk menata interior rumah yang baik dan benar harus memahami empat hal pokok yaitu:
1. Tata Ruang
Pengertian tata ruang bukan sekedar mengatur dan menempatkan perlengkapan/barang dalam ruangan saja, tetapi harus memenuhi unsur kebutuhan ruang yaitu fungsi ruang dan efisiensi, sehingga dapat terwujud ruang yang indah dan nyaman, misalnya ruang tamu, penataan ruangnya harus diarahkan agar menjadi ruang untuk menerima tamu yang nyaman, indah dan menyenangkan sesuai dengan fungsinya.
Setiap ruang sebaiknya ditata sesuai dengan fungsinya, bila ada ruang yang berfungsi ganda, misalnya sebagai ruang makan dan ruang keluarga maka penataan ruang harus memenuhi kedua fungsi tersebut meskipun penggunaan ruang itu pada waktu yang berbeda.
Keterbatasan pada rumah kecil sesungguhnya bukan halangan untuk mewujudkan keindahan interior dan kenyamanan, yang diperlukan hanya penataan ruang yang tepat dan efisien, sehingga rumah kecil namun terlihat leluasa serta nyaman, selanjutnya pilihlah perlengkapan yang sesuai dengan bentuk dan ukuran ruang serta memenuhi kebutuhan pokok ruangan.

2. Pemilihan Perlengkapan Ruang
Pemilihan perlengkapan ruang, yang pertama harus dipahami adalah perlengkapan pokok setiap ruang dan sesuai dengan fungsi ruang yang dimaksud, sebagai contoh ruang tamu maka sesuai dengan fungsinya adalah memerlukan kursi tamu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran ruangan, selain itu diperlukan sebuah meja untuk meletakan minuman dan makanan kecil.
Bila rumah kecil, pilih ukuran minimal tetapi cukup nyaman untuk duduk , misalnya panjang dan lebar dudukan kursi minimal 40cm x 40cm. Perlengkapan seperti meja sudut atau credenza dapat ditambahkan bila ruang masih memungkinkan.

3. Dekorasi Ruangan
Tujuan dekorasi ruangan adalah untuk menciptakan suasana ruang agar indah dan terasa menyenangkan bagi setiap orang yang berada di dalam ruangan itu.
Penciptaan suasana ruang dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan penggunaan elemen dekorasi yang khusus misalnya; gamar / lukisan, patung atau benda-benda hiasan yang lain, tetapi sebenarnya setiap benda / perlengkapan yang ditempatkan dalam ruang dapat menjadi elemen dekorasi, karena setiap benda yang berada dalam ruang ikut menciptakan suasana ruang, sebut saja misalnya; lampu meja, vas atau pot bunga, korden atau tirai, bahkan corak dan warna dinding, langit-langit dan lantai,semuanya bisa menjadi unsur dekorasi ruangan.
Untuk rumah kecil dan ruangnya berukuran kecil, maka perlu upaya agar ruang tampak dan terasa lebih luas. Kesan ruang yang luas dan segar dapat dicapai dengan pemilihan unsur / elemen yang tepat, dengan kriteria / syarat dasar berikut:
- Bentuk dan ukuran elemen / unsur dekorasi kecil dan sederhana.
- Pilih corak dan warna yang lembut dan terang agar ruang terasa segar.
- Kaca cermin merupakan elemen dekorasi yang efektif untuk ruang kecil karena dapat menimbulkan kesan luas dan terang.

4.Lalu-Lintas dalam Ruangan
Setiap ruangan di dalam rumah mempunyai hubungan satu dan lainnya, sehingga setiap ruangan memerlukan ruang gerak agar orang dalam ruang itu dapat mengakses dari satu ruang ke ruang yang lain atau dari satu titik ke titik yang lain.
Ruang gerak pada ruangan merupakan lintasan dalam ruangan atau area lalu-lintas yang penting dan fungsional tetapi sering terabaikan dalam penataan ruang, akibatnya dapat mengurangi kenyamanan dalam ruangan, misalnya ruang tamu tanpa penataan alur lalu-lintas ruang yang baik
bisa menggangu jika ada seseorang sedang asyik berbicara terpaksa harus terhenti pembicaraannya karena harus menggeser posisi duduknya ketika ada orang lain yang akan lewat. Hal serupa ini tidak akan terjadi jika lalulintas dalam ruang diatur dan direncanakan dengan baik.


source: http://interiorumah.com/interior-rumah/

Selasa, 14 Februari 2012

Menata Interior Pada Rumah Minimalis Sempit

Rumah bergaya minimalis saat ini sangat digemari masyarakat.Seakan menjadi solusi dalam mengatasi  keterbatasan lahan terutama di kota-kota besar. Berdasarkan ide ini, fungsi ruang dalam rumah minimalis harus dimaksimalkan.

Karena dimensi ruang yang serba sempit ini maka membutuhkan  penataan interior yang berbeda dengan rumah "tradisional" agar medapatkan kesan luas dan tidak semrawut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain interior pada rumah minimalis antara lain sebagai berikut.

1. Jangan memakai sekat ruang  permanen. gunakan sekat untuk memisahkan ruang..

2.  Pilihlah model hiasan ruangan yang tegas, bersih, bentuk geometris sederhana

3. Bila menaruh lukisan pilih bingkai lukisan sederhana tanpa ukiran.

4. Pilihlah yang warna karpet polos tanpa motif.

5. Gunakan meubelair/ furniture yang sederhana dan tegas serta  warna gelap, seperti cokelat atau hitam.

6. Pada kamar tidur, pilih ranjang dengan modelnya simple dan sesuaikan dengan ukuran ruangan jangan sampai terlalu besar,

Kamis, 05 Januari 2012

Mengubah citarasa modern rumah anda

Anda tengah berpikir untuk mengubah gaya interior rumah atau sekadar mengubah gaya suatu ruangan? Jika ya, bisa jadi saat ini Anda tengah sibuk mencari ide atau inspirasi untuk diaplikasikan pada interior rumah Anda. Memilih patokan gaya atau style sangat dianjurkan saat merencanakan tata interior. Tanpa patokan yang jelas, bisa-bisa ruangan yang sudah Anda desain ulang tidak membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan, bukan tidak mungkin hasilnya mengecewakan.
Hal ini bisa terjadi karena dalam perencanaan ulang tata interior, terlibat begitu banyak elemen. Jika satu elemen dengan elemen yang lain tidak saling mendukung, hasil yang diharapkan pun tidak tercapai. Sebaliknya, jika Anda mengikuti patokan satu gaya, setiap elemen yang terlibat dalam ruangan saling menguatkan, sehingga ruangan memiliki kesan estetis yang kuat.
Di dalam dunia interior terdapat banyak gaya yang bisa Anda ikuti. Dari sekian banyak, gaya modern saat ini sangat diminati oleh masyarakat di dunia dan juga makin diminati oleh masyarakat di negeri kita, terutama di kalangan generasi muda.
Gaya interior modern mulai berkembang sekitar tahun 1920-an, seiring dengan berkembangnya gaya arsitektur modern. Gaya interior modern sangat berbeda dengan gaya pada masa sebelumnya yang serba didominasi ornamen dan dekorasi. Pada gaya modern, segala sesuatu didesain berdasarkan fungsinya. Karena itulah segala bentuk dekorasi dan ornamen yang tak memiliki fungsi nyata “dihilangkan”. Sampai saat ini, gaya modern masih terus berkembang, misalnya saja menjadi gaya etnik modern.
Gaya interior modern relatif mudah diaplikasikan. Gaya ini menampilkan kesan yang serba terorganisir dan serba “bersih”. Artinya, tidak banyak pernak-pernik ornamen dan dekorasi pada elemen ruang.
Praktis dan Fungsional
Jika Anda kaum muda atau berjiwa muda, menyukai segala sesuatu yang praktis, fungsional, dan serba terorganisir, gaya modern mungkin cocok untuk diaplikasikan pada interior rumah Anda.
Ada beberapa “kata kunci” yang bisa diterapkan pada gaya interior modern.
Putih. Gunakan warna putih bersih untuk langit-langit, lantai, dan dinding. Sedapat mungkin hindari penggunaan railing atau lis gipsum/kayu pada dinding, terlebih yang memiliki relief.
Percikkan warna. Warna-warna kuat dan berani seperti merah, kuning, biru, dapat diaplikasikan melalui furnitur dan asesoris interior. Warna merupakan bagian yang kuat namun tetap tak mendominasi.
Bahan sintetis, kaca, logam, dan kulit. Pilih furnitur yang terbuat dari bahan-bahan tersebut. Contohnya, sofa kulit yang berbentuk kubikal, meja kotak kaca serta kursi yang terbuat dari kayu dengan desain organik. Hindari penggunaan kain natural sebagai upholstery (kain pelapis furnitur).
Jendela dan gorden yang serba polos. Kusen jendela sebaiknya didesain dengan bentuk sesederhana mungkin (tanpa profil) dan mengekspos kaca dalam bidang yang luas. Hindari gorden dengan kerut-kerut rumit, melainkan cukup gunakan gorden putih yang digantung lepas dengan sistem penggantung berupa ring yang simpel (eyelet curtain). Gorden yang dapat digulung naik-turun (roman-blind) juga merupakan pilihan yang tepat.
Motif-motif abstrak. Saat memilih lukisan, karpet, atau sarung bantal, tetaplah pada jalur abstrak. Pilih motif kotak-kotak, lingkaran, serta motif geometris sederhana lainnya dengan warna yang berani.
Penyimpanan. Lemari, bufet, atau tempat penyimpanan lain sedapat mungkin dibuat tertanam dalam dinding (built-in) dan tetap pada garis kubikal yang kuat. Hindari profil, relief, serta efek rustic (permukaan kasar) yang sering ditemukan pada lemari penyimpanan.
Clean lines. Mungkin inilah “mantera” utama untuk mencapai gaya interior modern. Sebelum membeli asesoris interior, Anda sebaiknya mempertimbangkan apakah suatu elemen interior memiliki garis-garis simpel (clean lines) atau tidak. Elemen pelengkap seperti tanaman hias pun perlu Anda pertimbangkan dengan hati-hati. Pilihlah pohon palem, kaktus, atau tanaman dengan garis struktur yang kuat. Hindari buket bunga dalam keranjang atau vas yang ditata dalam gaya konvensional.
Masukkan Kepribadian Anda
Jangan ragu untuk menambah elemen yang mencirikan kepribadian Anda. Lukisan diri Anda dan keluarga, misalnya, tetap dapat dimasukkan ke dalam interior bergaya modern, asalkan dibuat bergaya abstrak dengan nuansa warna terang. Pajang lukisan dengan bingkai yang polos atau tanpa bingkai sama sekali.
Beberapa asesoris interior (mungkin warisan keluarga) seperti vas bunga, bingkai foto, dan piring pajangan yang tak memiliki clean lines, tetap dapat Anda tampilkan. Misalnya, lemari sudut yang berbentuk kotak kaca. Namun jagalah agar kesan “bersih” pada gaya modern ini tetap menjadi tema interior Anda, yaitu dengan pemilihan bentuk serta bahan yang cermat.(Gati Swatantri/www.tabloidrumah.com)

Rabu, 04 Januari 2012

Rapi tanpa lemari

Untuk memiliki penyimpanan/storage ekstra, jeli-jelilah memanfaatkan setiap jengkal sudut rumah.
Hampir semua pemilik rumah yang pernah dimuat di Tabloid RUMAH —khususnya yang luas lahannya mungil—memiliki “wish” yang hampir sama. Keinginan mereka itu tertuang dalam kalimat berikut, “Seandainya saja ada ruang ekstra untuk menyimpan barang-barang agar rumah terlihat rapi.”
Rumah yang rapi dan teratur tentu menjadi idaman banyak orang. Sebab ada plus lain yang akan diperoleh dari kondisi rapi, yaitu ruangan yang terlihat lebih lega dan luas. Syarat utama rumah yang rapi adalah tidak adanya barang-barang yang berserakan; semua tersimpan dengan baik pada tempatnya.
Sebagai sarana penyimpan/storage biasa menggunakan lemari. Namun meski membutuhkan banyak sarana penyimpanan, tentunya tak sedap dipandang mata dan tak nyaman untuk aktivitas (pergerakan), seandainya lemari diatur berjajar-jajar di dalam ruangan. Sosok lemari yang “bulky” dan masif akan terlihat (dan juga terasa) menyempitkan ruangan.
Alternatif lain adalah membuat gudang. Namun, pada rumah-rumah dengan luasan terbatas—di mana kebutuhan ruang untuk penghuni rumah saja masih seringkali kurang—pembuatan gudang bukanlah solusi yang jitu. Solusi yang tepat untuk kondisi seperti di atas adalah dengan memanfaatkan setiap jengkal ruangan (sudut-sudut dan bagian yang “menganggur”) sebagai storage.
Rencanakan Sedari Awal
Untuk memastikan bahwa rumah memiliki cukup storage (sehingga nantinya tak perlu menjejer-jejerkan lemari), idealnya perencanaan dilakukan sedari awal, bahkan jika mungkin sebaiknya sejak saat pembuatan denah rumah. Latihlah kejelian mata dan maksimalkan sudut-sudut/area rumah yang tidak terpakai untuk disulap menjadi storage.
Perencanaan sedari awal ini juga penting, mengingat storage alternatif semacam ini biasanya membutuhkan konstruksi khusus yang dibuat secara bersamaan dengan pembuatan konstruksi rumah. Kelebihan lain yang akan diperoleh adalah posisi storage yang “tersembunyi” sehingga tidak memakan tempat/memenuhi ruangan.
Beberapa Sudut
Namun jangan berkecil hati jika kebetulan rumah sudah jadi dan tetap butuh storage ekstra. Ada sudut-sudut yang masih bisa “digarap”. Berikut adalah beberapa di antaranya. Semoga bisa menjadi inspirasi!
Langit-Langit
Jika langit-langit rumah cukup tinggi, memanfaatkan untuk meletakkan storage ekstra. Buatlah rak sederhana (hanya dengan bermodalkan kayu, besi penyangga siku-siku, dan sekrup atau paku!) di sekeliling ruangan. Rak ini sebaiknya ditempatkan di dekat langit-langit agar tak mengganggu aktivitas atau lalu lalang orang di dalam ruang.
Selain rak, juga bisa membuat atau memanfaatkan attic yang timbul karena tingginya langit-langit. Attic ini—jika ukurannya luas—selain sebagai gudang penyimpanan, bisa juga dimanfaatkan sebagai kamar.
Tangga
Banyak sisi tangga yang bisa disulap menjadi storage ekstra. Contoh kali ini satu di antaranya.
Jika penyimpanan alternatif yang banyak dipakai selama ini adalah bagian anak tangga dan ruang di bawah tangga, kali ini kita merambah bagian dinding di samping tangga. Sisi ini sangat potensial untuk menyimpan barang-barang yang tidak terlalu besar seperti buku atau benda-benda yang panjang seperti perlengkapan golf atau bahkan sapu dan pel bergagang.
Tempat Duduk Built-in
Tempat duduk yang dibuat built-in alias “tertanam” alias permanen, akan memungkinkan memperoleh storage ekstra. Meski investasi awalnya lumayan (biaya yang dikeluarkan untuk membuat tempat duduk built-in jelas lebih besar ketimbang membeli kursi jadi di toko), kelak di kemudian hari tak perlu pusing memikirkan storage alternatif.
Selain kolong tempat duduk yang bisa dijadikan lemari, bagian bawah jok tempat duduk merupakan storage yang pas untuk benda-benda kecil seperti pena atau notes. Pastikan bahwa konstruksi jok kursi kokoh, agar orang yang duduk di atasnya tidak sampai menjebolkan jok karena ada ruang kosong di bawahnya. Jok kursi biasa umumnya memiliki konstruksi yang masif sehingga kuat menahan beban orang yang duduk di atasnya.
Kolong Ranjang
Bagian bawah ranjang juga area yang potensial dijadikan storage. Laci-laci untuk menyimpan bantal, sprei, dan bedcover ekstra juga bisa dibuat di sini. Atau bisa juga menyimpan sebagian baju agar tak memenuhi lemari pakaian.
Jika sudah terlanjur memiliki “ranjang biasa” tak usah gundah! Beli saja boks-boks plastik bertutup yang memiliki roda, agar mudah dikeluarkan dan dimasukkan. Untuk menyembunyikannya dari pandangan mata, hamparkan bedcover hingga menutupi sisi-sisi kolong ranjang.
Bawah Meja Dapur
Bagian bawah meja dapur atau bagian bawah kompor yang hanya berupa table top, bisa dimanfaatkan sebagai storage ekstra. Untuk menyimpan bahan makanan dan perkakas masak oke, atau bisa juga untuk menyembunyikan tabung gas.
Rak Menutupi Dinding
Buatlah rak atau lemari berpintu yang menempel di dinding, yang tingginya mencapai langit-langit ruangan. Pada contoh yang kami sajikan kali ini, bagian belakang pintu yang menghadap ke dalam ruang perpustakaan, bisa juga ditempeli rak untuk menyimpan buku. (cia/http://www.tabloidrumah.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes